Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

1/20/2014

Penyadapan Getah Pinus

Hutan merupakan sumber kekayaan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Kelangsungan dan kelestariannya tergantung pada sikap dan tindakan manusia dalam memanfaatkan potensi hutan tersebut. Berawal dari keprihatinan akan kelestarian hutan di Pulau Jawa, khususnya di Kabupaten Pacitan, dimana penebangan kayu di hutan rakyat sangat masif membuat kami tergerak untuk melakukan tindakan untuk menghambat laju penebangan hutan. Sistem tebang butuh yang dilakukan sebagian besar masyarakat mengakibatkan hutan rakyat dalam kondisi kritis.

1/14/2014

PETISI TERHADAP BUKU BURUK

PETISI TERHADAP BUKU BURUK
33 TOKOH SASTRA INDONESIA PALING BERPENGARUH, 
SUSUNAN JAMAL D. RAHMAN, DKK

Berkaitan dengan terbit dan beredarnya buku buruk 33 TOKOH SASTRA INDONESIA PALING BERPENGARUH (KPG, 2014) susunan Tim 8 yang terdiri dari Jamal D. Rahman (Ketua), Acep Zamzam Noor, Agus R. Sarjono, Ahmad Gaus, Berthold Damshäuser, Joni Ariadinata, Maman S. Mahayana, Nenden Lilis Aisyah (anggota), kami, atas nama pecinta sastra, guru bahasa dan sastra, ahli/kritikus sastra dan sastrawan, mengajukan petisi:

1. Mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional untuk menunda atau menghentikan sementara waktu peredaran buku buruk tersebut.
2. Mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional untuk mengadakan atau memfasilitasi pengkajian ulang isi buku buruk tersebut, yang di dalamnya termasuk pengujian validitas metode pemilihan 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Yang dimaksud sebagai pengujian validitas metode pemilihan di sana adalah pengujian terhadap ketepatan prinsip-prinsip metode, peraturan atau kriteria, postulat atau dalil, bukti, pembuktian, dan argumentasi.
3. Mendesak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional untuk mengambil langkah tegas pada buku buruk tersebut hingga ke bentuk pelarangan edar secara permanen, apabila hasil pengujian menunjukkan adanya kesalahan fatal metode pemilihan dan isi buku buruk tersebut.

12/31/2013

Profesor Suhardi Profesor Telo

Aku mengenal beliau dulu ketika sedang belajar di Fakultas Kehutanan UGM Yogyakarta tahun 1999. Beliau kukenal sebagai dosen yang sangat cemerlang, Pak Hardi, kami biasa memanggil, tercatat sebagai profesor kehutanan termuda kala itu. Entah kalau sekarang, apa sudah ada rekor baru atau belum. Maklumlah, aku kurang gaul dalam hal ini.

12/26/2013

Arang Tempurung

Arang tempurung kelapa merupakan salah satu produk yang terbuat dari tempurung kelapa. Arang tempurung kelapa ini merupakan bahan baku untuk pembuatan briket arang tempurung kelapa yang pada proses selanjutnya akan dapat diolah menjadi arang aktif. Jadi briket arang tempurung kelapa merupakan bahan baku untuk industri arang aktif. Pembuatan arang tempurung ini belum banyak yang melakukannya, padahal potensi bahan baku arang tempurung kelapa, penggunaan arang tempurung kelapa dan potensi pasar arang tempurung kelapa cukup besar, baik untuk konsumsi rumah tangga lokal maupun untuk industri arang aktif, baik untuk penggunaan dalam negeri maupun penggunaan luar negeri.

6/12/2013

Pola Kemitraan

Pola kemitraan dalam pembangunan hutan rakyat saat ini merupakan pilihan yang tepat untuk dilakukan, mengingat besarnya sumberdaya yang diperlukan untuk pembangunan hutan rakyat. Pada prinsipnya, pola kemitraan yang dimaksud adalah pengembangan hutan rakyat yang melibatkan beberapa pihak yang masing-masing memiliki kewajiban untuk berkontribusi, dan juga akan mendapatkan hak secara proporsional atas hasil pemasaran kayu/non kayu dari hutan yang dibudidayakan bersama tersebut. Pola kemitraan menjadi solusi untuk pembangunan hutan rakyat sebagai pemasok kebutuhan kayu dunia dan peningkatan perekonomian nasional.

6/01/2013

Kooong-nya Iwan Simatupang

Kooong-nya Iwan Simatupang
‘Kisah tentang seekor perkutut’


Roman ini bercerita tentang kehidupan desa tani di pedalaman Pulau Jawa seting tahun 70-an. Sekilas cuplikan-cuplikan yang menarik hati saya untuk menuliskannya kembali di sini. Sebuah cerita menarik tentang perkembangan ke-Indonesia-an yang berlatar belakang negara agraris. Dari sini saya dapat merasakan denyut tani bangsa kita. Kedalaman tani sesungguhnya.  Mari kita baca Indonesia.

5/21/2013

Asap Cair

Asap cair [wood vinegar, liquid smoke] merupakan suatu hasil kondensasi [pengembunan] dari uap hasil pembakaran secara langsung maupun tidak langsung dari bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa, dan senyawa karbon lainnya.


 asap cair
CV. ATMAJA


Asap cair telah banyak diaplikasikan pada kegiatan manusia sehari-hari. Asap cair digunakan dalam industri pangan sebagai pengawet karena sifat antimikroba dan antioksidannya.


Teknologi asap cair ini juga diterapkan pada daging dan hasil ternak, daging olahan dan keju. Tak terkecuali pada proses pengasapan ikan secara langsung yang sangat tidak ramah lingkungan, asap cair telah menggantikannya sebagai alternatif pengawetan ikan. Asap cair dapat digunakan pula pada food processing seperti tahu, mie basah dan bakso. Asap cair juga juga digunakan sebagai penambah cita rasa asap pada saus, sayuran kaleng, bumbu dan rempah-rempah.

Dalam industri perkebunan, asap cair dapat digunakan sebagai koagulan lateks dengan sifat fungsional asap cair seperti anti jamur, anti bakteri dan anti oksidan dapat memperbaiki kualitas produk karet yang dihasilkan.Dengan tidak mengurangi keajaiban dari asap cair ini, lagi-lagi asap cair juga berguna dalam industri kayu, kayu yang diolesi dengan asap cair mempunyai ketahanan terhadap serangan rayap lebih tinggi daripada kayu yang tanpa diolesi asap cair.

Di bidang pertanian, adanya senyawa fenol dan formaldehida di dalam asap cair, kedua senyawa ini berfungsi sebagai bakteriosida (membunuh bakteri). Disamping itu, kombinasi kedua senyawa tersebut juga bersifat fungisida (membunuh jamur). Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa asap cair ini sangat manjur membasmi hama dan penyakit tanaman. Mengingat harganya yang relatif murah (Rp. 13.000/liter), dan aman terhadap lingkungan, maka asap cair perlu dilirik untuk digunakan sebagai pestisida nabati pada tanaman.Maka tunggu apalagi, segera pesan ke mas Krishna [081227108550]

Dibawah bendera  CV. Atmaja dengan SIUP Nomor: 503/461/11.34/SIUP-PK/VII/2007, produk asap cair ini kami edarkan. Asap cair ini sudah diendapkan minimal 1 bulan. Belum dikasih campuran apa-apa. Kemampuan suplai 150 liter per hari. 
 

Bisnis Tambahan

Bisnis Tambahan
Kantor Kedua