Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

6/12/2009

PETANI ANGGREK (Pendahuluan)

KARAKTERISTIK DAN TEMPAT TUMBUH ANGGREK Anggrek merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai sosok atau penampilan cukup indah.Tanaman anggrek menyuguhkan untaian, bentuk, dan corak bunga yang cukup beragam. Ada corak bunga titik-titik semburat, dan ada pula perpaduan beberapa warna. Ditambah dengan hasil silangannya yang terdiri dari ribuan jenis, khasanah kecantikan cotak bunga anggrek yang dihasilkan semakin bertambah. Sebagai bunga potong, anggrek tergolong tahan lama.

Anggrek tergolong anggota famili Orchidaceae. Famili ini merupakan salah satu famili bunga-bungan yang paling besar, memiliki kurang lebih
43.000 spesies dari 750 generasi yang berbeda. Lebih kurang 5.000 spesies di antaranya terdapat di Indonesia. Penyebaran famili Archidaceae hampir meliputi seluruh dunia, kecuali Benua Antartika. Anggrek dapat tumbuh di hutan-hutan gelap, di lereng-lereng terbuka, di batu-batu, kanng terjal, di batu-batu daerah pantai dengan garis pasang surut tinggi, atau di tepi gurun pasir. Bahkan di kaki Gunung Himalaya pun tanaman ini bisa ditemukan. Beberapa marga (genus) yang dikenal di antaranya adalah Dendrobium, Arachnis, Cymbidium, Cattleya, dan Vanda beserta seluruh kerabatnya. Kecuali Cattleya, seluruh marga di atas mempunyai daerah penyebaran di Asia Tenggara.
Tanaman anggrek termasuk tanaman yang mempunyai kecepatan turnbuh relatif lambat. Kecepatan tumbuh ini berbeda-beda pada setiap
jenis anggrek. Kecepatan tumbuh ini cukup berpengaruh terhadap pemeliharaan tanaman anggrek yang berorientasi pada produksi bunga.
Karena itu, teknik budidaya perlu ditingkatkan untuk memacu kualitas dan kuantitas tanaman anggrek.
A. Katakteristik Arggrek
Seperti pada tanaman lainnya, tanaman anggrek terdiri dari akar, batang daun, bunga, dan buah. Perbedaan tanaman anggrek dengan tanaman lainnya ada pada tampilan atau bentuk bunganya. Berikut ini ciri-ciri bagian tanaman anggrek.
a. Akar
Akar anggrek berfungsi sebagai tempat menempelkan tubuh tanaman pada media tumbuh. Akar anggrek epifit mempunyai lapisan velamen yang berongga. Lapisan ini berfungsi untuk memudahkan akar dalam menyerap air hujan yang jatuh di kulit pohon media tumbuh anggrek. Di bawah Iapisan velamen terdapat lapisan yang mengandung klorofil. Akar anggrek epifit berambut pendek atau nyais tak berambut. Pada anggrek terestrial jenis anggtek tanah, akarnya mempunyai rambut yang cukup panjang dan rapat. Fungsi rambut akar ini untuk menyerap air dan zat organik yang ada di tanah.
b. Batang
Berdasarkan pola petumbuhannya, batang tanaman anggek dibedakan menjadi dua tipe, yakni tipe simpodial dan tipe monopodial. Anggrek
simpodial adalah anggrek yang tidak memiliki batang utama. Bunga keluar dari uiung batang dan akan berbunga kembali pada pertumbuhan anakan atau tunas baru. Hanya anggrek jenis Dendrobium yang dapat mengeluarkan tangkai bunga baru di sisi-sisi batangnya. Contoh anggrek tipe simpodial antara lain Dendrobium, Cattleya, Oncidium, dan Cynbidium. Anggek tipe simpodial pada umumnnya bersifat epifit.
Anggrek monopodial adalah anggrek yang petumbuhan batangnya lurus ke atas pada satu batang tanpa batas. Bunga keluar dari sisi batang di
antara dua ketiak daun. Contoh anggrek tipe monopodial antara lain Vanda, Arachnis, Renanthera, Phalaenopsis, dan Aerides.
c. Daun
Bentuk daun sangat tergantung dari jenis anggrek. Beberapa bentuk daun anggrek sebagai berikut:
1. Bentuk silindris. Bentuk daun panjang dan tumpul mirip pensil. Karena bentuk daunnya yang menyerupai pensil ini, anggrek Vanda hookerina kerap dijuluki anggrek "Vanda potlod".
2. Bentuk talang. Helaian daun kiri dan kanan membentuk sudut, hingga bentuk daun menyerupai talang. Aerides, Ascocentrum, Rhynchostylis
adalah sebagian jenis anggrek yang daunnya menyerupai talang.
3. Bentuk sendok. Bentuk daunnya lonjong dan memanjang serta reIatif tidak ada lekukan (datar). Daun seperti ini bisa dilihat pada anggrek
Cattleya atau Bulbophyllum.
4. Bentuk betunggangan. Daun mengimpit batang atau bagan pangkal daun di atasnya. Bentuk helaian daun melebar ke arah ujung. Bentuk
daun bertunggangn ini terjadi pada anggrek Phalaenopsis dan Oberonia.
d. Bunga
Bunga anggrek pada umumnya mempunyai tiga buah sepalum atau daun kelopak bunga. Satu buah sepalum yang teletak di punggung dinamakan daun kelopak punggung atau sepalum dorsale. Dua lainnya dinamakan daun kelopak samping atau sepala literalia.
Daun mahkota atau petala pada tanaman anggrek berjumlah dua. Letak petala berseling dengan sepala . Di antara kedua petala terdapat bagian yang dinamakan petalum atau bibit bunga. Di pusat bunga terdapat alat yang berfungsi sebagai alat kelamin jantan dan betina, yang menjadi satu bagian. AIat kelamin jantan dinamakan stemona atau benang sari, sedangkan alat kelamin betina dinamakan tangkai putik
atau gynostemium.
e. Buah
Setelah bunga diserbuki dan dibuahi,3-9 bulan kemudian muncullah buah yang sudah tua. Kematangan buah sangat tergantung pada jenis
anggreknya. Misalnya, pada anggrek Dendrobium, buah akan matang dalam 3-4 bulan. Pada anggtek Vanda, umumnya buah matang setelah 6-7 bulan. Sementara itu, pada anggrek Cattleya, buah batu matang setelah 9 bulan.
Buah anggrek merupakan buah lentera. Artinya buah akan pecah ketika matang. Bagian yang membuka adalah bagian tengahnya, bukan di ujung atau pangkal buah. Bentuk buah anggrek berbeda-beda, tergantung pada jenisnya.
B. Tempat Tumbuh Anggrek
Berdasarkan habitat atau tempat tumbuhnya, anggrek dibedakan menjadi lima jenis.
1. Anggrek epifit, yakni anggrek yang tumbuh menumpang pada tanaman
lain tanpa merugikan tanaman yang ditumpangi (tanaman inang).
Anggrek epifit membutuhkan naungan dari cahaya matahai. Di habitat
aslinya, anggrek ini kerap menempel di pohon-pohon besar dan
rindang. Contoh anggek epifit antara lain : Dendrobium, Catdeya, Oncidium,
dan Phalaenopsis.

2. Anggrek semi-epifit. Seperti anggrek epifit, anggrek ini juga tumbuh menumpang pada tanaman luin. Hanya, pada anggrek semi- epifit, selain menempel pada media, sistem akarnya juga menggantung sebagai akar udara. Contoh anggrek semi-epifit antara lain Brassavola, Epidendrum, dan Laeha.
3. Anggrek terestrial, yakni anggrek yang tumbuh di atas permukaan tanah. Anggrek jenis ini membutuhkan cahaya matahari penuh atau cahaya rnatahari langsung. Contoh anggrek terestrial antara lain Vanda, Renanthera, Arachis, dan Aranthera.
4. Anggrek litofit, yakni anggrek yang tumbuh pada batu-batuan. Arggrek jenis ini umumnya tumbuh di bawah sengatan cahaya matahari penuh. Contoh anggrek litofit antara lain Dendrobium dan Phalaenopsis.
5. Anggrek saprofit, yakni anggrek yang tumbuh pada media yang rnengandung humus atau daun-daun kering. Arggrek saprofit dalam
pertumbuhannya membutuhkan sedikit cahaya matahari. Contoh anggek saprofit adalah Goodyuera sp.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Petani Herbal

Petani Herbal
Herbal Bondowoso