Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

5/20/2009

MEMBUAT PESTISIDA ORGANIK

Adanya hewan-hewan yang hidup bersama tanaman yang kita budidayakan pada populasi tingkat tertentu dapat “mengganggu” tanaman yang kita budidayakan. Hewan-hewan tersebut kita biasa menyebutnya hama tanaman. Dalam pertanian organik, hama tidak serta merta kita berantas sampai tuntas tas, melainkan kita kendalikan populasinya. Pertanian organik harus memenuhi kaidah keseimbangan alam. Maka untuk pengendaliannya kita gunakan tanaman yang mengandung racun bagi hama tanaman. Gadung dan tembakau dapat kita gunakan karena bahan-bahan ini mudah didapat. Penggunaan pestisida organik ini juga dapat menekan biaya produksi karena dapat diproduksi sendiri. Di bawah ini adalah salah satu cara pembuatan pestisida organik. Silahkan mencoba.

Bahan dan Alat:

2 kg gadung.
1 kg tembakau.
2 ons terasi.
¼ kg jaringao (dringo).
4 liter air.
1 sendok makan minyak kelapa.
Parutan kelapa.
Saringan kelapa (kain tipis).
Ember plastik.
Nampan plastik.
Cara Pembuatan:

Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung).
Gadung dikupas kulitnya dan diparut.
Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas
Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas
Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan.
Dosis:

1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air.
2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air.
Kegunaan:

Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit.
Dapat menolak hama dan penyakit.
Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami.
Sasaran:

Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu.

Catatan: Meskipun ramuan ini lebih akrab lingkungan, penggunaannya harus memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya digunakan setelah polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Penggunaan di bawah batas ambang dan berlebihan dikhawatirkan akan mematikan musuh alami hama yang bersangkutan.

4 komentar:

  1. thank dh bagi2 pestisida....fajar

    BalasHapus
  2. brguna buwadt bahan presentasi
    hhaha,, :))

    BalasHapus
  3. trimakasih infrmsinya!
    tapi kalu di gunakan untuk perlakuan pada bibit bawang merah berapa lama y dilakukan perendaman?

    BalasHapus
  4. thank's da bagi2impormasi baru tenetang pertanian ortganik...
    ada yang baru lg...

    BalasHapus

 

Petani Herbal

Petani Herbal
Herbal Bondowoso